Jenis Kualitas dan Harga Batu Akik Bacan Maluku Utara

batu bacan maluku utara

Batu akik bacan adalah salah satu jenis batu permata (gemstone) asal Maluku Utara yang sangat populer di tahun 2014/2015 bersama dengan batu giok Aceh, batu sungai dareh Sumbar, dan batu black opal Banten. Harga batu bacan biasa sudah jutaan, dan yang menang kontes bisa terjual lebih dari Rp 100 juta.

Nama batu akik bacan

Batu akik bernama batu bacan diambil dari nama tempat di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Nama bacan mengacu pada nama Pulau Bacan yang ada di Provinsi Maluku Utara. Pulau tersebut juga nama kecamatan Bacan. Disamping itu dulu pernah ada Kesultanan Bacan. Nama tempat inilah yang menjadi nama populer untuk batu asal Pulau Bacan dan Pulau disekitarnya.

Ciri khas batu bacan

Batu akik bacan memiliki keunikan yang membuatnya berbeda dari jenis batu akik atau batu permata lainnya. Keunikan tersebut berupa kemampuan batu bacan dalam berubah warna secara alami yang membuatnya dijuluki "batu hidup". Batu bacan yang berwarna gelap dapat berubah menjadi warna yang lebih cerah dan lebih indah secara alami.

Batu bacan yang semula berwarna hitam kecoklatan atau warna gelap lainnya perlahan-lahan akan berubah sendiri menuju warna hijau. Selanjutnya warna hijau biasa (masih samar) juga akan makin cerah dan makin bening, sehingga lama-kelamaan batu bacan akan menjadi semakin indah. Proses demikian adalah karena kemampuan batu bacan sendiri dalam mengeluarkan bahan-bahan kapur melalui celah-celah pada serat-seratnya.

Untuk mempercepat proses perubahan warna atau proses pengkristalan batu bacan menjadi warna yang lebih cerah maka pemilik batu bacan perlu terus menerus memakainya. Pengaruh suhu tubuh manusia dapat menghangatkan batu sehingga proses perubahan warna yang makin cerah akan lebih cepat diperoleh. Beberapa penghobi batu bacan ada juga yang merendam batu bacan di air atau kadang pada cairan tertentu untuk tujuan mempercepat proses pengkristalan batu bacan dan menghilangkan kapur yang menghalangi warna bening muncul kepermukaan.

Keunikan batu bacan lainnya adalah mampu menyerap senyawa lain yang menempel. Misalnya, batu bacan yang dilekatkan dengan bahan emas, maka lama kelamaan bahan emas tersebut diserap oleh batu bacan sehingga bagian dalam batu bacan akan tampak bintik-bintik emas.

"Kalau kita pakai batu bacan ini, dari awalnya masih berwarna hijau, selang beberapa lama kemudian akan berubah warna ke hijau toska yang tembus pandang," urai Adolf Saleky salah satu akademisi di Universitas Pattimura, Ambon, yang juga mengoleksi puluhan batu bacan dengan berbagai ukuran dan bentuk, kepada VIVAnews.

Karena kelebihan batu bacan sebagai "batu hidup" maka membuat para pencinta dan kolektor batu akik berbondong bonding berburu batu bacan. Kemampuan yang unik ini berhasil menghipnotis para pengagum batu bacan termasuk kolektor dari Negara seperti China, Arab, dan Eropa mengagumi batu tersebut.

Warna batuk akik bacan

Pada umumnya warna batu bacan yang sudah jadi atau seluruhnya sudah mengalami pengkristalan akan berwarna hijau. Warna hijau batu bacan adalah warna hijau tua atau hijau cincau (untuk jenis batu bacan doko) dan warna hijau kebiruan (untuk jenis batu bacan Palamea). Warna hijau batu bacan agak berbeda dengan warna hijau batu giok aceh yang cenderung kekuningan (bio solar dan solar) atau batu sungai daerah dengan warna pucuk pisang.

Batu bacan yang hijau tua/cincau ataupun hijau kebiruan seluruhnya dan tampak bening seperti kristal tergolong batu bacan super. Batu bacan kristal full tersebut adalah batu mulianya batu bacan (precious bacan).

Batu bacan yang masih mengandung kapur berwarna hijau gelap atau warnanya tidak bening. Bahkan cukup banyak batu bacan yang masih berwarna hitam kecoklatan. Warna hitam kecoklatan tersebut jika disenter tampak bagian-bagian berwarna hijau yang diselimuti oleh warna gelap. Variasi warna lain kadang ditemukan pada batu bacan antara lain warna kuning muda, kuning tua, merah, putih bening, putih susu, coklat kemerahan, keunguan seperti bungur, coklat dan warna lainnya hingga 9 macam warna, seperti tampak pada gambar berikut. Klik gambar batu bacan dibawah untuk perbesar gambar.

batu bacan doko palamea

Jenis batu bacan doko dan palamea

Batu bacan terdiri dari beberapa jenis. Namun yang paling populer dan jadi incaran utama pemburu batu permata adalah batu bacan doko dan batu palamea. Kedua jenis batu bacan ini jika sudah mengkristal penuh tergolong batu bacan mulia (precious bacan).

Batu Bacan Doko

Batu bacan doko berasal dari desa Doko Pulau Kasiruta. Bacan doko dicirikan dengan warna hijau bening hingga hijau tua agak gelap seperti hijau cincau. Jika disenter akan tampak warna hijau cerah. Warna ini adalah yang paling disukai dan digemari para kolektor. Batu bacan doko lebih cepat mengalami perubahan warna dibandingkan jenis batu bacan palamea. Perubahan warna mengarah pada warna yang makin hijau cerah dari sebelum berwarna gelap. Semakin warnanya cerah, bening, sedikit urat maka harganya pun akan semakin mahal.

Bacan Palamea

Batu bacan palamea berasal dari desa Palamea Kecamatan Bacan Barat Halmahera. Batu bacan palamea dicirikan dengan warna yang hijau kebiruan. Proses kristalisasi atau perubahan warna menjadi lebih bening dan cerah relatif lebih lambat dibandingkan dengan batu bacan doko. Namun tetap saja batu bacan palamea ini sama-sama menjadi incaran para kolektor pencinta batu permata atau batu mulia.

Bacan Obi

Selain bacan doko dan palamea terdapat batu bacan lainnya yang disebut sebagai bacan obi. Batu bacan obi terdapat di pulau Obi Maluku Utara. Tetapi karakteristiknya berbeda dengan bacan doko atau palamea yang bisa berubah warna. Batu obi tidak tergolong batu "hidup" sehingga tidak bisa berubah dalam waktu singkat.

Sumber batu akik bacan

Sumber batu bacan di Indonesia hanya berada di Halmahera Propinsi Maluku Utara. Lokasi tambang batu bacan tepatnya berada di desa Doko dan desa Palamea, yang berada di Pulau bacan dan Pulau Kasiruta. Di pulau Bacan dan Kasiruta tersebut batu bacan harus digali setidaknya sedalam 10 meter untuk mendapatkan bahan batu bacan. Untuk mendapatkan batu bacan dari pedagang setempat dapat mengunjungi Ternate, Tidore, Jailolo ataupun Pulau Bacan.

batu bacan

Munawir, salah satu penambang batu bacan dari Pulau Kasiruta mengatakan kepada vivanews, "saat ini tambang batu bacan semakin banyak yang tersebar di tiga desa, yakni Desa Bisori, Doko dan Palamea". Sudah ada ribuan tambang batu bacan milik warga setempat yang tersebar di tiga desa tersebut. Para penambang yang berada di lokasi bukan hanya masyarakat setempat, tapi masyarakat dari luar Maluku Utara pun datang. Misalnya, Manado, Gorontalo, Makassar dan Sumatera.

Setiap hari, para kolektor batu permata mendatangi lokasi penambangan untuk membeli bahan batu bacan. Kolektor batu yang datang bukan hanya berasal dari Maluku Utara, tapi dari luar Maluku Utara, misalnya Jakarta dan Kota-kota lain di Indonesia". Para kolektor ini datang dengan tujuan melihat langsung batu yang akan dibeli, sehingga mereka tinggal memilih sesuai dengan seleranya masing-masing.

Kualitas batu bacan berdasarkan warna dan kekerasan

Batu bacan yang sudah tua atau sudah mengkristal memiliki tingkat kekerasan 7,5 Skala Mohs. Kekerasannya setara dengan batu Zamrud dan sedikit melebihi kekerasan dari batu giok. Tingkat kekerasan batu permata umumnya antara 6 - 7 skala Mohs, kecuali berlian sebagai batu permata paling keras di dunia dengan tingkat kekerasan 10 skala Mohs.

Batu bacan dengan kekerasan 7.5 skala Mohs tentunya sudah mengkristal dengan warna hijau cincau atau hijau kebiruan dan bening. Batu bacan seperti ini adalah batu bacan super atau bisa disebut batu bacan mulia. Sementara jika warna masih gelap atau warna sudah hijau tetapi belum bening maka berarti masih cukup banyak kandungan kapur sehingga kekerasannya juga belum maksimal. Batu bacan seperti ini tergolong kualitas sedang. Lainnya adalah batu bacan kualias rendah yang tingkat kekerasannya hanya berkisar 3 - 4 skala Mohs. Batu bacan ini tergolong batu bacan muda, atau batu bacan bagian pinggir-pinggir batu yang bercampur banyak kandungan kapur, yang jika dipegang lebih empuk dan terasa ada butiran kapur.

Harga batu bacan

Sebelum tahun 2014, harga batu bacan tergolong biasa. Jumlah pemburu batu bacan saat itu tidak tampak mencolok karena hanya sebagian kecil yang tahu.

Namun sejak populer di awal 2014, harga batu bacan naik meroket. Harga bongkahan batu bacan Oktober 2014 sudah saat mahal, yaitu Rp 20-100 juta/kilogram, tergantung warna batu bacan dan keunikan atau karakter dari batu bacan tersebut.

Menurut Yakub, seorang pengrajin bacan asal Ternate, harga batu Bacan menjadi sangat mahal karena batu itu memiliki keunikan tersendiri. Batu Bacan dipercaya sebagai batu yang hidup karena dapat mengubah dirinya secara perlahan. "Jika dipakai, warna Bacan bisa berubah menjadi lebih indah, warna hijau akan lebih menyala (vivanews, Maret 2015).

Dahulu, batu bacan hanya sebuah batu biasa dan tidak memiliki nilai apapun. Pedagang di Kota Ternate kerap membagi-bagikan batu itu secara gratis kepada masyarakat. Namun kini, batu Bacan bagaikan seorang putri cantik yang disanjung dan dipuja hingga harganya pun selangit.

Menurutnya, batu bacan di Kota Ternate maupun di kabupoaten/kota lainnya di Maluku Utara, harganya paling murah mencapai Rp3 juta/buah. Itu pun masih kualitas batu bacan biasa. Jika kualitasnya super dan relatif besar dihargai hingga ratusan juta.

Harga batu bacan memang bervariasi, sesuai dengan kualitas batu serta warnanya. Harga batu bacan paling mahal adalah warna hijau bening. Kalau dulu kita bisa dapatkan batu bacan secara gratis dan harganya hanya ratusan ribu, tapi sekarang sudah sulit.

Batu bacan tak hanya diburu pembeli dari Ambon. Para kolektor dari Timur Tengah, Australia, Afganistan, dan Tiongkok juga memesan batu bacan kepada pengrajin tentunya dengan harga lebih melangit.

Demikian informasi jenis kualitas dan harga batu akik bacan doko dan batu bacan palamea asal Maluku Utara. Informasi ini dikumpulkan dari berbagai sumber, terutama dari news.viva.co.id 2014-2015.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar